Saturday, November 28, 2009

Keindahan Kalam-Mu Mengubah Hatiku

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Karya Asli : SaBaHaNmUsLiM




Indahnya kalam-Mu tidak terbatah,
Walau syair tertinggi tak mampu menandingimu,
Mengalahkan keindahan sastera nun jauh indahnya,
Kerana ku tahu ia kalam dari Mu.


Indahnya kalam-Mu meluluhkan hati sekeras batu,
hati Umar Bin Khattab siapa tidak tahu,
ketika itu ku amat membenci Rasul-Mu,
sehingga ku tekad ingin melayangkan pedang pada leher Kekasih-Mu,
di hadapan ka'bah ku bertemu dengan Rasul-Mu,
tatkala dia tengah solat hanya Pada-Mu,
ku mendengar alunan indah dari mulut kekasih-Mu,(Mendenga QS Al-Haqqah)
lalu dihatiku menyatakan ia hanya sebuah syair yang dialunkan,
lalu Rasul-Mu membaca kalam yang menyangkal bisikan hatiku, (Mendengar QS 69:38-41)
hatiku melawan mengatakan kalam itu hanya dari mantera dari dukun atau pawang,
Rasul-Mu menyambung bacaan yang menolak lagi sangkaanku, (Mendengar QS 69:42-43)
api kebencian yang berkobar dibenakku terus sirna dalam sesaat,
lalu ku tinggalkan ka'bah bersama Rasul-Mu,

ku mencari manusia yang menyebarkan khabar terkejut buatku,
menyatakan keluargaku telah berserah pada Yang Satu,
ku menerjah Fatimah adikku bersama suaminya Said bin Zaid,
ku tanyakan kebenaran yang mengiyang di telingaku,
lalu benarlah apa yang ku dengarkan,
terasa di hati ingin terus mengecam adik dan adik iparku,
lalu Kalam-Mu juga meredakan hatiku, (Dibacakan QS 20:1-5)
kalam yang membezakan haq dan batil,
hati ku tekad menuju Darul Arqam,
ingin bertemu kekasih-Mu Ya Hadid,
menyatakan ikrar Engkau Yang Satu dan Muhammad adalah Rasul dari-Mu,
membawa hatiku berhijrah dari kegelapan,
kepada cahaya cinta yang terang benderang.


Indahnya kalam-Mu mampu mengubah hati di dada,
disaat seorang manusia Mafruq bin Amru namanya,
datang pada Rasul-Mu menanyakan kepada apa Rasul-Mu mengajak,
tatkala 3 ayat-Mu  Rasul-Mu bacakan,(Dibacakan QS 6:151-153)
terasa siksa di dalam dada,
ku mohon dibacakan lagi ayat-ayat-Mu,
hatiku jatuh tunduk padaMu,
saat ku mendengar ayat yang satu,(Dibacakan QS 16:90)
ku terus tunduk pada keagungan kalam-Mu,
ku terus bersaksi  siapa yang menentang panggilan Rasul-Mu adalah orang yang sebenarnya sesat.
Akan ku pertahankan terus Rasul-Mu.

Indahnya kalam-Mu mengalahkan syair yang pernah bermain memasuki telingaku,
Ath-Thufail bin Amru Addusi pakar keindahan karya syair waktu itu,
bermusafir hingga sampai ke tanah suci kelahiran Rasul-Mu,
berjumpa Rasul-Mu kerana ingin tahu apa dibawa,
tatkala ku mendengar Rasul-Mu membacakan kalam suci dari Mu,
terasa indah dan tajam makna kalam suci-Mu,
menembus masuk terus ke kalbu,
ku terus menyatakan keislaman dihadapan Rasul-Mu,
lalu ku menanam tekad islamku kan ku sebar di tanah airku.

Indahnya kalam-Mu lama ku tak sedari,
ku tak hayati maksud yang bakal mengindahkan hati,
ku sering lupa membaca dan merenung isi kalam-Mu,
bahkan banyak kalam-Mu sering ku dustakan,
bahkan banyak kalam-Mu sering ku kafirkan,
bahkan banyak juga kalam-Mu ku belum beriman sepenuhnya,
maafkan diriku yang lemah dan hina,
tidak mensyukuri keindahan kalam-Mu,
yang mampu mengubah hati benakku.

Alhamdulillah
  

1 comment:

Cahaya Kelembutan said...

ana suka membaca karya akhi yang ini..
sesungguhnya bertuahlah insan2 yang bila ditadabbur kalam Allah,mampu mengubah hatinya.sykran dgn entri yang menyentuh hati ini..insyaAllah..